Sunday, December 25, 2022

D Z I K I R P E T A N G



ﺑسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْـــــــمِ 


Membaca Ta’awudz (Di baca 1x)


أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ 

 

A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim 

 

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. 

 

➡ 1. Membaca Ayat Kursi (1x) 

 

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ 



AYAT KURSI


allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā yaụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.

 

“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (Al-Baqarah: 255) [1] 

 

➡ 2. Membaca Surat Al-Ikhlas (3x) 

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

 

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ 

 

“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya. [2] 

 

➡ 3. Membaca Surat Al-Falaq (3x) 

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

 

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ,مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ 

 

Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya) dan dari kejahatan orang yang dengki  

apabila ia dengki. [3] 

 

➡ 4. Membaca Surat An-Naas (3x) 

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

 

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ 

 

“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.” 

[4] 

 

➡ 5. Membaca (1x) : 

 

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَـٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَـٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ 

 

*Amsainaa wa amsal mulku lillaah, wal hamdulillaah, laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir.


Robbi as-aluka khoiro maa fii haadzihil-lailati wa khoiro maa ba'dahaa, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzihil-lailati wa syarri maa ba'dahaa, robbi a'uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar, robbi a'uudzu bika min 'adzaabin fin-naari wa 'adzaabin fil qobr.* 

 

Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung keDibac dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejekelekan di hari tua. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadamu dari siksaan di Neraka dan kubur. [5] 

 

➡ 6. Membaca (1x) : 

 

اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ 

 

Allaahumma bika amsainaa, wa bika ash-bahnaa, wa bika nahyaa, wa bika namuutu, wa ilaikal mashiir. 

 

Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu sore, dan dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepadaMu tempat kembali (bagi semua makhluk). 

[6] 

 

➡ 7. Membaca Sayyidul Istighfar (1x) 

 

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ 

 

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u laka bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta. 

 

“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.” [7] 

 

➡ 8. Membaca (3x) :


اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، 

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ


Allahumma "afini fii badanii .Allahumma 'afini fii sam'ii, Allahumma a"finii fii basharii, Laa ilaaha illa anta. Allahuma inni  A'udzu bika minal kufri wal faqri, Allahuma inni a'udzubika min 'Adzabil qabri, Laa ilaaha illa anta 

 

“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” [8] 

 

➡ 9. Membaca (1x) : 

 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ


Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahumah fadni min bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii. 

 

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).” 

[9] 

 

➡ 10. Membaca (1x)

 

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ 

 

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim. 

 

“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.” [10] 

 

➡ 11. Membaca (3x)

 

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ 

 

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim. 

 

“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.” [11] 

 

➡ 12. Membaca (3x)

 

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا 

 

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya. 

 

“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).” [12] 

 

➡  13. Membaca (1x) : 

 

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ 

 

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin 

 

“Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang Mahaberdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala keadaan dan urusanku dan jangan Engkau serahkan kepadaku meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” [13] 

 

➡ 14. Membaca (1x) : 

 

 

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ، وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ 

 

Amsainaa 'alaa fithrotil islaam, wa 'alaa kalimatil ikhlaash, wa 'alaa diini nabiyyinaa muhammadin shollallaahu 'alaihi wa sallam, wa 'alaa millati abiinaa ibroohiim, haniifan musliman wa maa kaana minal musyrikiin.


Di waktu sore kami berada di atas fitrah Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik. [14]


➡ 15. Membaca (1x atau 10x atau 100x) : 

 

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. 

 

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. 

 

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” [15],[16],[17] 

 

➡ 16. Membaca (100x) : 

 

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ 

 

Subhanallah wa bi-hamdih. 

 

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” [18] 

 

➡ 17. Membaca (3x) : 

 

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ 

 

A'uudzu bi kalimaatillaahit-taammaati min syarri maa khalaq. 

 

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya. [19] 

 

 

Fote Note: 

 

[1] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” (HR. Al-Hakim (1/562), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (1/418, no. 662), shahih). 

 

[2] HR. Abu Dawud (no. 5082), an-Nasa-i (VIII/250) dan at-Tirmidzi (no. 3575), Ahmad (V/312), Shahiih at-Tirmidzi (no. 2829), Tuhfatul Ahwadzi (no. 3646), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (1/411, no. 649), hasan shahih. 

 

[3] Ibid. 

 

[4] “Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan. HR. Abu Dawud (no. 5082), Shahiih Abu Dawud (no. 4241), Annasa-i (VIII 250) dan At-Tirmizi (no. 3575), At-Tarmidzi berkata “Hadits ini hasan shahih”. Ahmad (V/312), dari Abdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu. Shahiih at-Tirmidzi (no. 2829), Tuhfatul Ahwadzi (no. 3646), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (1/411 no. 649), hasan shahih. 

 

[5] HR. Muslim (no. 2723), Abu Dawud (no. 5071), dan at-Tirmidzi (3390), shahih dari Abdullah Ibnu Mas’ud. 

 

[6] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1199, lafazh ini adalah lafazh al-Bukhari, at-Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068, Ahmad 11/354, Ibnu Majah no. 3868, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Shahiih al-Adabil  no. 911, shahih. Lihat pula Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 262. 

 

[7] “Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga.” (HR. Al-Bukhari no. 6306, 6323, Ahmad IV/122-125, an-Nasa-i VIII/279-280) dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu. 

 

[8] HR. Al-Bukhari dalam Shahiib al-Adabil Mufrad no. 701, Abu Dawud no. 5090, Ahmad V/42, hasan. Lihat Shahiih Al-Adabil Mufrad no.539 

 

[9] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1200, Abu Dawud no. 5074, An-Nasa-i VIII / 282, Ibnu Majah no. 3871, al-Hakim 1/517-518, dan lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumaa. Lihat Shahiih al-Adabul Mufrad no. 912, shahih 

 

[10] Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه “Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.” HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad 1202, at-Tirmidzi no.3392 dan Abu Daud no. 5067,Lihat Shahih At- Tirmidzi no. 2798, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914, shahih. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753 

 

[11] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” HR. At-Tirmidzi no. 3388, Abu Dawud no. 5088,Ibnu Majah no. 3869, al-Hakim 1/514, Dan Ahmad no. 446 dan 474, Tahqiq Ahmad Syakir. Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih Ibni Majah no.


3120, al-Hakim 1/513, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 513, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 655, sanad-nya shahih. 

 

[12] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat.” HR. Ahmad IV/337, Abu Dawud no. 5072, at-Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah no. 3870, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68, dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi, hasan. Lihat Shahiih At Targhiib wat Tarhiib I/415 no. 657, Shahiih At Targhiib wat Tarhiib al-Waabilish Shayyib hal. 170, Zaadul Ma’aad II/372, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2686. 

 

[13] HR. An-Nasa'i dalam Sunan al-Kubro, Al-Hakim dalam al-Mustadzrak, Al-Baihaqi dalam Asma wa shifat dan dishahihkan Al Albani dalam Silsilah as-Shahihah no. 227). 

 

[14] HR. Ahmad 3/406-407, 5/123. Lihat juga Shahihul Jami' 4/290. Ibnus Sunni juga meriwayatkannya di 'Amalul Yaum wal Lailah no. 34. 

 

[15] HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, dari Ab ‘Ayyasy Azzurraqy radhiyallahu ‘anhu, Shahiih Jaami’ish Shaghiir no. 6418, Misykaatul Mashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib 1/414 no. 656, shahih. 

 

[16]  HR. An-Nasa-i dalam 'Amalul wal Lailah (no. 24), Ahmad (V/420), dari Abu Ayyun al-Anshari. Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahiihah (no. 113 dan 114) dan Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (I/416, no. 660), shahih. 

 

[17] “Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.” HR. Al-Bukhari no. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no. 2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798, dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه. Penjelasan: Dalam riwayat an-Nasa-i (‘Amalul Yaum wal Lailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75 dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dengan lafadz: “Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore Hari.”… Jadi, dzikir ini dibaca 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu sore. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2762 

 

 

[18] HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Syarah Muslim XVII / 17-18, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 653. Jumlah yang terbanyak dari dzikir-dzikir Nabi adalah seratus diwaktu pagi dan seratus diwaktu sore. Adapun riwayat yang menyebutkan sampai seribu adalah munkar, karena haditsnya dha’if. (Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha-’iifah no. 5296). 

 

[19] HR. Ahmad 2/290, An-Nasa'i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah, no. 590 dan Ibnu Sunni no. 68. Lihat Shahih At-Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266 dan Tuhfatul Akhyar, hal. 45. 

 

------------------- 

 

Baca juga: Hambatan dalam berkomunikasi

Wednesday, December 21, 2022

Solusi untuk yang selalu overthinking, menurut Islam.



 

Over Thinking ini mengajarkan kita bahwa Allah SWT di dalam Surat al-Hasyr Ayat 18


‎يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)..”

 

Siapkan apa yang mesti dipersiapkan,

Maka apakah yang mesti dipersiapkan itu?  tentu saja Ilmu nya. Karena dengan ilmu sesuatu apa yg tidak diketahui maka akan diketahui, sesuatu hal yang belum paham maka akan menjadi paham. 

Tetapi Allah SWT menegaskan “Walaa Tusrifuu” artinya jangan berlebihan/jangan melampaui batas.

Maka dari itu Rasulullah mengajarkan doa,


‎ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih.”


Maka ada sebuah syair yang berbunyikan, 

‎kayfa akhofu minal faqr wa ana abd al-Ghaniy

‎”Bagaimana aku akan takut akan kemiskinan sedang aku adalah hamba dari yang Maha Kaya.”


Maka dari itu Rosulullah mengajarkan kita agar jangan sampai berlebihan, karena hal yang berlebihan ini  akan mengakibatkan sebuah sifat yaitu kepanikan, jika seseorang sudah dalam keadaan panik maka ia tidak dapat mengatur kontrol dalam pikiran, jasmani dan ruh.


Imam Al Ghazali berkata “Bodoh sungguh engkau takut dan khawatir apa yang akan terjadi di masa depan sementara engkau masih berada di masa ini.”



Maka apa solusinya untuk yang selalu overthinking?


1. Kerjakan apa yang kamu bisa dan apa yang kamu pahami, 

Karena akan ada waktunya Allah SWT mengajarkan apa-apa yang belum kamu bisa dan pahami.


⭐Ikuti dan jalani setiap takdir yang Allah SWT beri kepada diri kita.


✨Maka jika kita masih di waktu malam. Maka jangan terlalu terburu-buru ingin melihat matahari terbit.  Karena itu semua ada masanya.✨


Karena yang mesti dipikirkan bukan bagaimana keadaan pada saat itu, melainkan bagaimana untuk mendapatkan ilmu pada saat itu.


2. Allah SWT ketika memberi ujian maka bersamaan dengan itu Allah beri solusinya.


Maka suatu kehidupan dimasa yang mendatang jangan dikhawatirkan.

Karena nanti akan ada masa dan fasenya, 


Dan akan ada masanya Allah SWT memberi tanda-tanda (Taufiq), lalu keyakinan untuk mengambil keputusan (Hidayah), maka ketika sudah mengambil keputusan maka akan diraihlah (Barokah).

 

Sebaik-baiknya peristiwa adalah sesuatu apa yg kita lakukan lalu kita salah dlm melakukannnya, karena ketika kita melakukan kesalahan sehingga kemudian kita akan mencari-cari apa itu yang benar. Maka kita akan sadar untuk memperbaikinya.


ketika kita pernah salah dalam mengambil suatu langkah, maka sebenarnya itulah hikmah yang Allah SWT beri agar dihati timbullah rasa ingin mencari-cari bagaimana yang benar dan memperbaikinya. 


3. Jangan terlalu takut akan masa yang datang karena disetiap fase, itu sudah ada rezekinya masing-masing.


Allah SWT pasti memberi rezeki sesuai dengan fase hambanya. 


Maka apa poinnya?

‘Apakah kita yakin dengan takdir-Nya ?’


4. Jangan menjadi orang yang bodoh terhadap masa depan, karena engkau sudah menyicil kesulitannya dari sekarang. 


Jangan cicil kesulitan mu dari sekarang, 

Karena yang perlu dicicil itu adalah kebahagian, dan rasa ke yakinan terhadap takdir Allah SWT. 


Jangan cicil kesulitanmu yang belum terjadi, karena Allah kasih sesuatu, Allah kasih pula solusinya


Sesi Pertanyaan 

⭐ Bagaimana untuk menumbuhkan rasa yaiin bahwa dia adalah jodohku?

-----

Ada 2 hal cara meyakinkan hati kita bahwa seorang laki-laki yang datang ke kita adalah jodoh kita

1. Carilah pembimbing yang bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat

2. Konsultasilah kepada kedua orang tua kita


Tetapi, jika dia merupakan sesuai ekspetasi kita, maka bersyukurlah dan jika dia tidak merupakan sesuai ekspetadi kita, maka bersabarlah. Barang kali Allah sedang menyiapkan pintu syurga lewat pintu sabar 


⭐ Jika haluan dimasa depan justru menjadi tekanan dimasa sekarang, Bagaimana solusinya?

-----

Inget akan 4 hal yg harus kita ingat. Dan jadikan apa-apa yang belum kita rasakan dimasa mendatang itu agar menjadi kuasa dan takdir Allah. Cicilah keyakinan kita kepada Allah sampai akhirnya datang masa itu.


Baca juga: 2 SKILL PENTING YANG HARUS ANDA PUNYA SEBELUM MASUK DUNIA KERJA!!

INILAH MANFAAT DARI ZIKIR PAGI DAN PETANG, SANGAT DAHSYAT.



    
     Manfaat dzikir pagi dan petang juga akan memberikan ketenangan serta rasa damai kepada jiwa. Selalu mengingat Allah di setiap pagi dan petang akan menjadi obat mujarab bagi jiwa. Dengan membaca dzikir, hati akan tenang meskipun dihadang oleh cobaan hidup. Karena Allah akan selalu melimpahkan kedamaian dalam hatinya.

"Barangsiapa yang membacanya di pagi hari, maka ia pasti akan terjaga dari gangguan jin sampai sore hari. Dan jika membacanya di sore hari, maka ia akan terjaga dari gangguan jin hingga pagi hari." Bacaan dzikir pagi dan petang lainnya adalah surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas

Dzikir pagi dan petang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Keduanya memiliki keistimewaan tersendiri. Di waktu pagi dan petang kita juga dianjurkan untuk mengingat Allah SWT dengan cara bertasbih, beristighfar, membaca al-qur'an hingga membaca shalawat Nabi SAW.

Kapan waktu Terbaik dzikir pagi dan petang?

Doa dzikir pagi dan petang, waktu dzikir di pagi hari yang paling dianjurkan untuk dilakukan yakni sejak masuknya waktu salat Subuh hingga terbitnya fajar. Sedangkan, berdzikir di petang hari yang dianjurkan yakni pada waktu masuknya salat Ashar hingga terbenamnya matahari.

Dalam Surat Thaha ayat 130 Allah menyebutkan secara jelas waktu dzikir pagi dan petang

فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚوَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى

“ Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang.”

Manfaat dzikir pagi dan petang ini juga disampaikan oleh para ulama yang berlandaskan dalil Al Quran dan Al Hadis. Berikut manfaat dzikir pagi dan petang yang perlu diketahui:



1. Dijauhkan dari Gangguan Jin

Manfaat dzikir pagi dan petang yang pertama adalah dijauhkan dari gangguan jin selama seharian. Apabila membacanya di pagi hari, maka ia akan terjaga dari gangguan jin sampai sore hari. Lalu apabila membacanya di sore hari, maka ia akan terjaga dari gangguan jin sejak petang hingga pagi hari.

Menurut Ibnu Qoyim, manfaat zikir pagi dan petang diibaratkan sebagai baju besi. Semakin banyak lapisan lempengnya, senjata tidak akan bisa menembus pemakainya. Bahkan, kekuatan baju besi bisa mencapai keadaan, dimana tombak bisa mental dan balik menyerang orang yang melemparnya.


2. Dilimpahi Kasih Sayang Allah

Manfaat dzikir pagi dan petang yang kedua ialah mendapat kasih sayang dari Allah SWT. Hal ini telah jelas dikatakan dalam Surat Al Ahzab, bahwa Allah memerintahkan kepada manusia untuk bertasbih kepada-Nya setiap pagi dan petang. Allah akan memberikan rahmat kepada manusia. 

Seseorang yang membaca dzikir pagi dan petang, maka Allah SWT akan memintakan ampun untuknya.


3. Diampuni Dosa-dosanya

Manfaat dzikir pagi dan petang yang selanjutnya adalah diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Dengan berdzikir setiap pagi dan petang, maka secara langsung akan mencegah seseorang berbuat kemaksiatan karena ia ingat bahwa Allah selalu melihat apa yang diperbuatnya.

Bacaan dzikir pagi dan petang ini sangat beragam, di antaranya kalimat thoyyibah dan kalimat istighfar. Kalimat istighfar adalah dzikir harian yang selalu dibaca Rasulullah Saw.


4. Menjadi Penghuni Surga

Manfaat dzikir pagi dan petang juga menjadi jalan bagi seorang hamba untuk masuk ke surga-Nya Allah SWT. Terlebih jika bacaan dzikir pagi dan petang ini diucapkan dengan penuh penghayatan. Salah satu bacaan dzikir pagi dan petang yang populer adalah doa sayyidul istighfar.


اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ


Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika. Wa wa’dika maastatha’tu a’uudzubika min syarrimaa shana’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya. Wa abuu-u bidzanbii faaghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: " Ya Allah, Engkaulah Tuhanku tiada tuhan selain Engkau yang menciptakan aku. Dan aku adalah hamba-Mu, dan aku akan setia pada janjiku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku. Maka ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau."

Hal ini sebagaimana hadis Rasulullah SAW dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Barangsiapa mengucapkan dzikir ini (sayyidul istighfar) di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari.


5. Memberikan Ketenangan dan Kedamaian pada Jiwa

Manfaat dzikir pagi dan petang juga akan memberikan ketenangan serta rasa damai kepada jiwa.

Selalu mengingat Allah di setiap pagi dan petang akan menjadi obat mujarab bagi jiwa. Dengan membaca dzikir, hati akan tenang meskipun dihadang oleh cobaan hidup. Karena Allah akan selalu melimpahkan kedamaian dalam hatinya.

لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

" (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra’d ayat 28). 


MassyaAllah tabarakallah ya.. ini hanya beberapa saja, belum lagi pahala dan syurga yang telah Allah janjnikan untuk orang-orang yang berdzikir pada waktu pagi dan petang

yuk saling membiasakan Dzikir Pagi Petang setiap hari nya^^



baca juga: Fatimah az- Zahra wanita surga

Tahukah? Ternyata ini yang mengundang Cinta Allah



    Hiburlah kesulitan dengan memperbanyak kebaikan. Karena yang dapat menghilangkan kesulitan hanyalah Allah. Perbanyaklah meminta ampunan, karena bisa jadi kecemasan dan kesulitan hidup berawal dari dosa dan maksiat yang terus kita lakukan.

Dzikir Sayyidul Istighfar (Istighfar Terbaik)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ  رَبِّيْ ،  لَا إِلٰـهَ إِلَّا أَنْت


ALLAAHUMMA ANTA ROBBII, LAA ILAAHA ILLAA ANTA

“Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau


خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ،  وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ


KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALAA ‘AHDIKA

Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu

Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu


وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ


WA WA’DIKA MAS TATHO’TU

dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku


أَعُوْذُ بِكَ  مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ


A-‘UDZUBIKA MIN SYAR-RI MAA SHONA’TU

Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku,


 أَبُوْءُ لَكَ  بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ


ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA

Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku


وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِي


WA ABUU-U BIDZAMBII FAGHFIRLII

dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku


فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ  إِلَّا أَنْتَ


FA-INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA

Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau”


artinya:


“Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku,

tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.

Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu.

Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku.

Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku.

Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku.

Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”


“Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan membuat segala kesusahannya menjadi kebahagiaan, segala kesempitannya menjadi jalan keluar baginya, serta Allah akan memberikan rezeki baginya dari jalan yang ia tidak duga sebelumnya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Hakim).


Memohon ampunan akan mengundang Cinta Allah. Ketika Allah sudah mencintai hamba-Nya, maka Allah akan memberikan rezeki dan kemudahan dari arah yang bahkan tak terduga.

Rasul saja, tidak lepas beristighfar lebih dari 70x setiap harinya. Sedang kita hanyalah seorang hamba yang tidak mendapatkan jaminan surga, masa lalai meminta ampunan?

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا


Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

karena sadar gak sadar.. Kadang kita masih banyak 'minta pengabulan dari pada 'minta pengampunan'.

Kita lebih banyak nuntut, daripada nurut.

Masih sering lalai, dari pada semangat anti badai dalam beramal soleh.

Padahal, tiap hari bahkan mungkin detik hidayah Allah datang untuk kita sambut. Setiap nasihat yang didengar, setiap postingan kebaikan yang berseliweran di media sosial, setiap kisah yang tak sengaja memberi pelajaran, menjadi bukti cinta Allah pada hamba-Nya agar tetap berjalan pada koridor yang baik.

Termasuk dalam postingan ini, maka dari itu yuk mari membiasakan diri membaca Istighfar minimal 3x pada dzikir pagi dan petang.


Baca juga: SEJARAH SINGKAT PENEMUAN TELEPON

KENAPA KITA HARUS MENGURUS ANAK YATIM?



Anak yatim adalah salah satu sosok yang memiliki kedudukan yang istimewa. Dalam Al-Qur'an sendiri tegas mengatakan kalau anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara, dan diperhatikan.

Banyak keutamaan yang bisa kita lakukan untuk meraih keberkahan dari memuliakan, melayani, dan membahagiakan anak yatim. Namun, kadang kita masih bertanya, “Kenapa harus mengurus anak yatim?”


Ini alasannya:

1. Karena Kita Butuh Allah (QS. Fatir : 15)


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِ ۚوَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ

 Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.


2. Tidak Mau Dikatakan Pendusta Agama (QS. Al-Ma'un : 1-3)


اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ

 Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ

 Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ

dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.


3. Ingin Satu Surga Bersama Rasulullah (HR. Bukhari)


Itulah alasannya mengapa kita harus mengurus anak yatim. Oleh karena itu, teman teman semua sudah seharusnya kita mengurusi, menyantuni, ataupun membantu penuhi kebutuhan mereka.

Jadilah orang yang luarbiasa!

Disaat kebanyakan manusia sibuk memikirkan kebutuhan pribadi, masih ada yang menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi.

Jika dari dalam hati kita baik, InsyaAllah tindakan kita juga baik, dan akan selalu disibukkan dengan hal-hal baik, bersama orang baik..

setiap amalanmu akan sangat berarti dihadapan Allah, dan setiap amal kebaikanmu akan selalu di catat sebagai bekalmu kelak.

Banyak cara kita untuk mengumpulkan bekal kita ke surga, salah satu nya dengan bersedekah, karena sedekah salah satu amalan yang sangat istimewa si hadapan Allah swt.


Jangan bosan menjadi baik yang bermanfaat,


Baca juga: Prinsip Komunikasi Islam di Media


BELAJAR MENGIKHLASKAN : TIDAK SEMUA YANG KITA INGINKAN HARUS DIMILIKI


Assalammualaikum Wr.Wb.


Ikhlas adalah ilmu tertinggi, untuk itu dalam menjalaninya tidaklah mudah. Butuh sebuah pengorbanan untuk mencapai titik ikhlas karena ikhlas itu menyimpan berbagai keistimewaan.


Betapa istimewanya ketika orang dapat melakukan ikhlas. Terkadang, kita tidak menyadari bahwa kita pernah berada dalam kondisi yang istimewa itu.


Ilmu tertinggi bukanlah ilmu yang tidak bisa dipelajari, sulit  bukan berarti tidak bisa dilakukan. Maka tergantung pada diri kita dalam menentukan langkah. Apakah kita mau berjuang dengan susah payah untuk mendapatkan ikhlas demi mencapai tujuan hidup atau sebaliknya.

Orang yang bahagia adalah yang hidup dalam kedamaian.

Orang yang penuh dengan kedamaian adalah orang yang ikhlas.



Adapun ciri-ciri orang yang ikhlas, yaitu:


1.            Terjaga dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah Swt, baik bersama manusia atau sendiri. Disebutkan dalam hadits,“ Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)


2.            Senantiasa beramal di jalan Allah Swt baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang orang lain, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib ra. berkata,“ Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”


3.            Selalu menerima apa adanya yang diberikan oleh Allah Swt dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah Swt.


4.            Mudah memaafkan kesalahan orang lain.


Manfaat dan Keutamaan Ikhlas adalah sebagai berikut :


1.            Membuat hidup menjadi tenang dan tenteram


2.            Amal ibadahnya akan diterima oleh Allah Swt.


3.            Dibukanya pintu ampunan dan dihapuskannya dosa serta dijauhkan dari api neraka.


4.            Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah Swt.


5.            Doa kita akan diijabah.


6.            Dekat dengan pertolongan Allah.


7.            Mendapatkan perlindungan dari Allah Swt.


8.            Akan mendapatkan naungan dari Allah Swt di hari kiamat.


9.            Allah Swt akan memberi hidayah (petunjuk) sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah.


10.          Allah akan membangunkan sebuah rumah untuk orang-orang yang ikhlas dalam membangun masjid


11.          Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain


12.          Dapat memiliki sifat zuhud (menerima dengan apa adanya yang diberikan oleh Allah Swt)


Cara agar kita dapat mancapai rasa ikhlas adalah dengan mengosongkan pikiran dissat kita sedang beribadah kepada Allah Swt. Kita hanya memikirkan Allah, shalat untuk Allah, zikir untuk Allah, semua amal yang kita lakukan hanya untuk Allah. Lupakan semua urusan duniawi, kita hanya tertuju pada Allah. Jangan munculkan ras riya’ atau sombong di dalam diri kita karena kita tidak berdaya di hadapan Allah Swt. Rasakanlah Allah berada di hadapan kita dan sedang menyaksikan kita. Insya Allah dengan cara di atas anda dapat mencapai ikhlas. Dan jangan lupa untuk berdoa memohon kepada Allah Swt agar kita dapat beribadah secara ikhlas untuk-Nya, sebagaimana do’a Nabi Ibrahim As :


قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِى رَبِّى لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلضَّآلِّينَ


Sesungguhnya jika Rabb-ku tidak memberi hidayah kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.” (QS. Al-An'aam: 77).


cukup sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaaat^^ 

wassalammualaikum wr.wb


Baca juga: Cara Bahagia menurut Islam

Hikmah dari Kisah Hasan al-Basri menenai Mazmumah (akhlak tercela)


 Bismillaahi Walhamdulillaah...

Sejenak Pagi :


Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri seorang sufi besar melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak.


Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan baiknya kalau dia seperti aku!”.


Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi terus terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.


Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allaah Ta'ala selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang”.


Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu.

Maka lelaki itu berkata padanya, “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak”.


Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan”


Lelaki itu menjawab, “Mudah-mudahan Allaah Ta'ala mengabulkan permohonan tuan”


Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.


Jika Allaah Ta'ala membukakan pintu solat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak.


Jika Allaah Ta'ala membukakan pintu puasa sunat, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunat. Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunat itu lebih dekat dengan Allaah Ta'ala, daripada diri kita.


Ilmu Allaah Ta'ala sangat amatlah luas.

Jangan pernah kagum atau takjub & sombong pada amalanmu.


وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ


Saudara & sahabatku...

Indahnya cerita ini semoga menjadi Pengobat Jiwa agar kita terhindar dari sifat mazmumah.


Walau sehebat mana diri kita jangan pernah berkata “Aku lebih baik daripada kalian”

(Imam Al Ghazali)


Allaahumma Shalli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad, Wa 'Alaa Aali Sayyidinaa Muhammad


Wallaahu A'lam Bisshawab

Mengapa Anak Muda Harus Terlibat Politik?

                                          Mengapa Anak Muda Harus Terlibat Politik?                     Karena Harapan untuk memperbaiki pol...